Komputasi Awan dan Segala Aspeknya

Kolom – Cloud computing, atau kerap disebut juga komputasi awan, mulai sering dibicarakan belakangan ini. Sebenarnya ini bukanlah teknologi baru, tetapi merupakan satu tahapan evolusi komputasi yang natural melalui beberapa era:

* Mainframe (1970-80)
* Client Server (90), diawali dari jaman PC di rumah
* Internet (1990-2000)
* Virtualisasi
* IT sebagai Layanan -> Cloud Computing
Komputasi awan sendiri merupakan perwujudan dari demokratisasi teknologi, di mana teknologi sekarang terjangkau untuk siapapun, karena layanan komputasi awan tersedia mulai dari yang gratis sampai berbayar.

Banyak orang mendefinisikan komputasi awan menurut versi sendiri-sendiri, namun kita bisa mengambil patokan dari NIST (National Institute of Standards and Technology) :

  • On-demand self-service – setiap orang bisa mendaftarkan dirinya sendiri tanpa bantuan siapapun, dan menikmati layanan sesuai kebutuhan
  • Broad network access – layanan komputasi awan bisa diakses dari manapun, dengan perangkat apapun
  • Resource pooling – semua sumber komputasi dikumpulkan dan dipergunakan bersama-sama
  • Rapid elasticity – setiap kebutuhan bisa dilayani secara elastik tergantung kebutuhan saat itu
  • Measured service – semua layanan bisa diukur (dan ditagih biayanya) sesuai dengan penggunaan aktual

Komputasi awan bukanlah solusi untuk semua masalah TI, tetapi merupakan satu komponen dari satu solusi TI yang lengkap, yang biasanya merupakan gabungan dari layanan awan ditambah dengan aplikasi yang terpasang di server milik sendiri.

Kalau kita berlangganan komputasi awan ibaratnya seperti kita berlangganan air bersih dari PAM (Perusahaan Air Minum), di mana kita tidak perlu menggali sumur sendiri, memiliki dan merawat pompa air sendiri, dan membayar listriknya. Kita tinggal mengambil air bersih sesuai dengan kebutuhan dan membayar iuran bulanan ke PAM.

Beberapa jenis Komputasi Awan

Ada beberapa jenis komputasi awan yang bisa digunakan sesuai kebutuhan :

  1. Komputasi awan gratis untuk konsumer – misalnya layanan seperti email, chating, jejaring sosial, dsb yang banyak tersedia di internet
  2. Komputasi awan berbayar untuk publik – misalnya layanan seperti Office 365 yang berbayar sesuai dengan kebutuhan
  3. Komputasi awan privat –misalnya layanan intranet di dalam satu perusahaan induk besar untuk melayani anak-anak perusahaan

Memanfaatkan keunggulan

Layanan komputasi awan bukanlah solusi untuk semua masalah TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Hal terbaik untuk memanfaatkan keunggulan komputasi awan adalah dengan menggabungkannya dengan aplikasi di sisi klien dan juga server milik sendiri (jika ada).

Dengan demikian kita akan mendapatkan banyak keuntungan dari semua fasilitas yang tersedia. Misalnya, kemampuan sisi klien untuk melakukan proses lokal sangat diperlukan pada saat sambungan internet terputus. Dan kemampuan server milik sendiri juga menjadi sangat penting jika terjadi masalah bottleneck pada jaringan internet.

Dengan menggabungkan semua solusi yang ada, kita bisa selalu terhubung pada fasilitas komputasi meski kita sedang berada di tengah laut, ataupun di dalam pesawat tanpa sambungan internet. Dan begitu kita terhubung melalui internet, maka kemampuan client juga diperlukan untuk segera melakukan sinkronisasi dengan layanan komputasi awan.

Di bawah ini adalah beberapa keunggulan utama dari Komputasi Awan :

  1. Mendayagunakan perangkat komputasi lama menjadi sumber komputasi awan. Server yang dibuat setelah tahun 2000 sudah mendukung teknologi yang diperlukan untuk membuat awan. Tidak perlu lagi kita menggunakan perangkat model terbaru jika ingin membuat layanan awan. Namun, perangkat model terbaru memang biasanya lebih hemat daya dibandingkan dengan perangkat lama
  2. Mendorong kinerja departemen TI – Kinerja departemen TI akan mampu memenuhi setiap kebutuhan TI di dalam organisasi dengan cepat sekali. Tidak ada lagi layanan baru yang tertunda karena kendala proses pembelian dan instalasi perangkat baru yang lama. Semua layanan di dalam awan dapat segera diaktivasi dalam hitungan menit
  3. Mengikuti perkembangan jaman dengan mudah – Layanan awan akan membawa organisasi mengikuti perkembangan jaman dengan biaya yang sangat rendah. Tidak ada lagi pembelian-pembelian perangkat keras/lunak yang mahal dalam rangka mengikuti trend. Layanan awan akan memberikan semua fasilitas terbaru secara otomatis yang dikontrol secara terpusat oleh penyedia layanan awan
  4. Meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi – Layanan awan akan memberikan kemampuan berkomunikasi dan kolaborasi online kepada semua penggunanya
  5. Terhubung ke siapapun melalui jaringan Internet – layanan awan akan memberikan akses ke setiap orang yang terhubung melalui Internet dengan sangat mudah dan aman
  6. Memudahkan pengaturan biaya dan dukungan teknis (personil IT) – layanan awan memberikan pilihan model biaya yang berbeda dibanding dengan server milik sendiri sehingga perusahaan bisa mengatur biaya dan dukungan teknis secara lebih leluasa

Layanan Standar Komputasi Awan

Banyak sekali perusahaan penyedia jasa yang menjual layanan awan, namun pada dasarnya hanya ada tiga jenis layanan standar :

  1. IaaS (Infrastructure as a Service) – merupakan penyedia layanan sewa perangkat keras di suatu data center. Perangkat yang disewakan berupa server, storage (hard disk), atau switch/router. IaaS merupakan pilihan yang menarik daripada perusahaan harus melakukan pemekaran data center milik sendiri
  2. PaaS (Platform as a Service) – merupakan penyedia layanan platform pemrograman. Layanan ini bisa dimanfaatkan untuk testing, pilot, atau pembuatan prototype suatu layanan lain
  3. SaaS (Software as a Service) – merupakan penyedia layanan aplikasi jadi yang bisa diakses melalui Internet

Layanan mana yang paling tepat untuk suatu organisasi tergantung pada kebutuhan masing-masing.

Pertimbangan Implementasi

Sebelum kita memutuskan untuk menggunakan layanan komputasi awan, kita harus melakukan mempelajari kinerja penyedia layanan komputasi awan yang ada. Beberapa hal yang harus kita pelajari adalah :

  1. Profil Perusahaan – pelajari visi/misi, kultur, komitmen, lokasi pelayanan, jenis layanan, dan sebagainya
  2. Sumber daya, fasilitas, dan aturan – pastikan bahwa penyedia layanan memenuhi kriteria kita terhadap kinerja, keamanan, keselamatan, dan ketaatan terhadap hukum (misalnya lokasi penyimpanan data, dan standar apa saja yang diadopsi)
  3. Paket-paket layanan – bagaimana paket layanan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan kita, jenis platform apa yang digunakan, dan tingkat kesulitan bagi kita untuk berpindah dari satu penyedia ke penyedia lainnya
  4. Platform aplikasi – bagaimana aplikasi dikembangkan, dan kemungkinan aplikasi tersebut juga dijalankan di server/data center milik kita sendiri
  5. Layanan tambahan – apakah layanan semacam backup, recovery, archiving, dukungan teknisi, dan help desk sudah termasuk, atau membutuhkan biaya tambahan ?
  6. Administrasi – seberapa mudah kita melakukan aktivasi layanan sendiri tanpa bantuan orang lain ?
  7. Kemampuan integrasi – seberapa mudah aplikasi awan ini diintegrasikan dengan layanan atau sistem lain ? Misalnya integrasi dengan server milik sendiri, atau bahkan integrasi dengan layanan awan yang lain. Perhatikan standar apa saja yang diterapkan, dan siapa yang bisa mengatur masalah ini
  8. Komitmen terhadap SLA (kontrak tingkat layanan) – SLA apa saja yang dijanjikan, dan bagaimana hukumannya jika SLA ini tidak terpenuhi

Aspek Keamanan dan Privasi

Ini yang terpenting. Sebelum suatu perusahaan/organisasi mendapatkan keuntungan dari komputasi awan, ada beberapa aspek yang berkaitan dengan Keamanan dan Privasi di bawah ini yang harus diperhatikan :

1. Manajemen Resiko dan Ketaatan – organisasi yang mulai mengadopsi awan tetap harus bertanggung jawab untuk aspek manajemen keamanan, resiko, dan ketaatan terhadap aturan yang berlaku di industri terkait. Manajemen resiko dan ketaatan ini membutuhkan tim internal yang kuat dan transparansi proses dari penyedia jasa awan.

Rekomendasi : penyedia jasa awan harus menggunakan beberapa framework atau best practice seperti MOF, atau ITIL, dan memiliki sertifikasi seperti ISO/IEC 27001:2005, dan mempublikasikan laporan audit ke SAS 70 type II. Selain itu juga, disesuaikan dengan ketentuan suatu negara, mungkin juga harus taat terhadap PCI atau FISMA.

2. Manajemen Akses dan Identitas – Identitas bisa didapat melalui beberapa penyedia jasa awan, dan harus bersifat interoperabel antar organisasi yang berbeda, penyedia awan yang berbeda, dan berlandaskan proses yang kuat.

Rekomendasi : Autentikasi yang disarankan adalah menggunakan beberapa faktor sekaligus, seperti biometric, one time password token (seperti token BCA), kartu ID dengan chip, dan password.

3. Integritas Layanan – Layanan berbasis awan harus dibangun dengan landasan keamanan yang kuat, dan proses-proses operasionalnya juga harus diintegrasikan dengan manajemen keamanan di organisasi tersebut. Penyedia layanan awan harus mengikuti proses yang bisa dibuktikan, terdefinisi, dan jelas dalam mengintegrasikan keamanan dan privasi ke dalam layanannya mulai dari titik paling awal, di setiap titik di dalam siklus, sampai paling penghabisan. Selain itu manajemen keamanan dan auditing harus selaras antara penyedia awan dan pelanggan.

Rekomendasi : Gunakan sertifikasi semacam EAL4+ (untuk evaluasi keamanan), SDL (untuk pengembangan aplikasi), ISO/IEC 18044 (untuk incident response)

4. Integritas Klien – Layanan awan yang digunakan di sisi klien harus memperhatikan aspek keamanan, ketaatan, dan integritas di sisi klien. Integritas klien bisa ditingkatkan dengan menggunakan paduan praktek terbaik.

Rekomendasi : Perkuat sistem desktop, pastikan kesehatan sistem desktop, terapkan IT policy yang tepat, federasi identitas, Network Access Protection dan sebagainya.

5. Proteksi Informasi – Layanan awan membutuhkan proses yang andal untuk melindungi informasi sebelum, selama, dan setelah transaksi. Manfaatkan Klasifikasi Data untuk meningkatkan kontrol terhadap data yang siap dilepas ke awan.
Rekomendasi : Gunakan teknologi enkripsi dan manajemen hak informasi (IRM) sebelum data dilepas ke awan.

Tips

Jika suatu perusahaan tertarik untuk menerapkan layanan awan, berikut ini ada beberapa tips:

  1. Mulailah dari hal-hal yang kecil dahulu, misalnya memanfaatkan layanan awan seperti di bawah ini : Email , Calendars , Contact, Messenger, Storage, Document/Productivity, Photo, Group, News/Sport/Wheather, Devices Synchronization (live mesh), Family Safety, Mobile, Map
  2. Petakan kebutuhan bisnis ke layanan awan, jangan lakukan yang sebaliknya.
  3. Belum tentu layanan awan lebih murah, hitung biaya keseluruhan jika sistem dipakai secara penuh. Bandingkan dengan sistem lokal (on premise), dan juga pelajari kemungkinan menggabungkan layanan awan dengan sistem lokal
  4. Lakukan proses sosialisasi dan pembelajaran tentang layanan awan kepada seluruh pegawai di dalam perusahaan
  5. Pelajari kemungkinan masalah teknis seperti interoperabilitas, arsitektur, dan integrasi. Pastikan bahwa format file yang dibuat melalui layanan awan juga sama persis dengan aplikasi lokal di sisi klien

Tony Seno Hartono, menjabat sebagai National Technology Officer di PT Microsoft Indonesia. Bisa dihubungi melalui email: tonyseno@microsoft.com

This entry was posted in Jaringan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s