Mengelola si Negatif dalam bekerja

Kunci penting yang dimiliki para Manager atau Supervisor atau Team Leader adalah otoritas. Anda memiliki otoritas itu, tetapi bagaimana menggunakannya untuk mencapai tujuan, itulah Leadership. Masalahnya adalah, ketika Anda menemui satu orang dalam tim kerja yang terjangkit virus negatifitas, Anda tidak bisa serta merta memaksanya untuk mengubah sikap mereka. Lantas, bagaimana cara Anda melakukannya? Itulah karya seni ‘Leadership Anda’.

Jika ada satu karyawan yang penuh negatifitas akan mengakibatkan seluruh tim kerja keracunan. Negatifitas adalah salah satu virus berbahaya yang bakalan menyedot motivasi, menyandera energi positif dan akhirnya membuat tim kerja itu jatuh sakit tanpa mereka sadari.

Virus negatif bisa amat sangat berbahaya bagi tim kerja.

Anda, sebagai manajer atau supervisor yang berpengalaman bisa dengan mudah mengidentifikasi perilaku ini. Jika kebetulan Anda belum memiliki pengalaman untuk mengidentifikasi ini, maka pelajarilah dengan segera. Soalnya, dengan memiliki kemampuan mengidentifikasi perilaku negatif, bisa mempermudah Anda mengambil tindakan penting sebelum virus negatif ini menjangkiti seluruh anggota tim kerja.

Mengabaikan negativity bagaikan memelihara benalu di taman. Anggota tim kerja yang terjangkit virus negatifitas bisa dikenali dengan mudah. Ia barangkali bukan pemalas, karena record kehadiran di kantor cukup baik, tetapi masalahnya itu lho, ia hadir di pekerjaan dengan muka lebih banyak ditekuk. Sangat menyedihkan.

Lantas bagaimana mengelolanya?

Para Leader, sebelum saya sharing dengan Anda mengenai bagaimana mengelola orang yang terjangkit virus semacam ini, perhatikan dulu hal ini: bagaimana mengidentikasi atau menemukan ciri-ciri orang negatif? Gampang. Contoh:

Ia lebih sering tampil letoy, tampak tidak mau menunjukkan gairah kerja.

Dalam diskusi-diskusi kelompok, lebih sering diam seolah malas memikirkan materi yang sedang dibahas.

  1. Ia lebih sering membantah ide-ide perbaikan dan tidak mau menghargai pendapat orang lain?
  2. Ia cenderung mempertanyakan kembali materi-materi yang sudah disepakati bersama atau mengkritik tanpa solusi daripada bersikap ‘I can do’.
  3. Ia sering ‘kedapatan’ memboikot penugasan, dengan sengaja memperlambatnya atau mempengaruhi orang lain untuk memperlambatnya.
  4. Ia sering menghasut anggota team kerja untuk melawan kebijakan otoritas dengan berbagai cara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.
  5. Ia sering menunjukkan raut muka ‘sinis’ atau tidak ramah dan berusaha menentang otoritas.
  6. Ia sering menghabiskan waktu kerja dengan kegiatan lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan itu.

 

Para Leader, perilaku-perilaku negatif semacam ini sebenarnya adalah aktualisasi dari sikap pembangkang. Perilaku yang ditunjukkan oleh orang yang semestinya tidak berada dalam tim kerja tetapi ia terpaksa berada dalam tim itu, dan seringkali perilaku semacam itu ditunjukkan oleh orang yang merasa aman akan posisinya.

Biasanya perilaku itu muncul setelah sekian lama karyawan itu bekerja dalam tim kerja. Bukan pada permulaan atau pada masa percobaan yang memungkinkan Anda mencoretnya sebelum penyakitnya menjalar ke anggota tim yang lain. Ia dulu tidak begitu. Tetapi sekarang berubah menjadi negatif. Nah, apa yang bisa Anda lakukan bila menemukan perilaku semacam ini?

Coba perhatikan beberapa tips untuk merubah sikap negatif menjadi positif berikut ini:

1. Lihat ke cermin!

Para Leader, sebelum menentukan seseorang telah terjangkit virus negatifitas, sebaiknya juga perlu evaluasi diri Anda terlebih dahulu. Pastikan bahwa Anda juga sudah benar-benar menunjukkan perilaku positif dalam dunia kerja. Temukan apakah Anda sendiri termasuk leader yang hanya sangat hobi mencaci maki orang lain, hobi mengkritik orang, tanpa pernahkah memuji keberhasilannya? Sikap Anda sebagai Leader, juga berpengaruh besar terhadap terbentuknya negativitas karyawan!

Maka, hal yang pertama kali Anda harus lakukan adalah memastikan bahwa Anda sudah mengadopsi perilaku positif.

Seandainya Anda telah memutuskan untuk menilai bahwa salah seorang dalam tim kerja berperilaku negatif, baik melalui kata-kata atau sikap tubuhnya, maka kemudian sebaiknya Anda lihat atmosfer (lingkungan) kerjanya terlebih dahulu. Mengapa ia berubah seperti itu? Bawaan dari rumah atau bentukan di tempat kerja? Adakah suatu yang mengganggu kinerjanya?

2. Berikan contoh perilaku yang lebih spesifik

Maksudnya adalah, sebagai Leader Anda musti rajin mengamati. Temukan pola-pola perilaku tim Anda. Sehingga ketika Anda menemukan perilaku-perilaku negatif yang dilakukan oleh salah seorang anggota tim, bisa menunjukkan dengan tepat seperti apa perilaku negatif itu atau membuat ilustrasi akurat yang menggambarkan bagaimana perilaku negatif itu, dan kemudian membahasnya secara berdua dengan anggota itu.

Dengan cara itu, Anda bisa meyakinkan anggota tim kerja itu untuk mengubah perilakunya sebagaimana yang diperlukan. Tunjukkan dengan praktis, seperti apa kata-kata atau kalimat negatif, seperti apa sikap tubuh yang menunjukkan kesan menyepelekan atau mengabaikan orang lain.

3. Bicarakan impak perilaku negatif

Sewaktu bicara dengan si negatif ini, fokuskan juga pada akibat buruk yang akan terjadi bila ia tidak mau merubah sikapnya. Jelaskan dengan contoh praktis, berikan contoh misalnya: jika sedang dalam meeting dan ia menarik nafas berat acuh tak acuh dengan orang lain.

Tunjukkan bagaimana pengaruhnya bagi orang-orang lain jika ia selalu menanggapi ide-ide orang lain dengan kata- kata ‘no’ atau ‘imposible’.

Jika Anda memberikan feedback, katakan dengan praktis misalnya, “Andi, saya mengamatimu dalam meeting tadi, kamu cenderung menggelengkan kepala dan menunjukkan muka tidak ramah ketika orang lain menyampaikan ide-idenya. Mengapa kamu lakukan itu? ”

Biarkan dia menjawab. Dan ambil sesaat untuk kembali menekankan: “Mungkin tidak kamu sadari, kebanyakan orang melihat sikapmu itu, mereka merasa kamu sepelekan. ”

Anda bisa mengeluarkan kalimat itu dalam coaching dengan ia secara pribadi. Berikan contoh, bukalah diskusi, dan mintalah komitmen ia untuk mengubah sikapnya.

4. Pastikan

Apapun yang dihambat atau menjadi terhambat karena terjadi oleh terjangkitnya virus negatifitas, Anda sebagai Leader harus memastikan bahwa: tugas tetap bisa dilakukan dengan baik. Karena itu, Anda musti memastikan setidaknya dua hal penting yaitu motivasi.

Salah satu tugas para Leader, adalah memotivasi seluruh anggota tim kerja, artinya bukan sekedar delegasi, sinkronisasi, monitoring pelaksanaan sampai tugas itu terselesaikan dengan baik. Anda perlu mendorong secara tatap muka, melakukan dialog motivasional. Cobalah untuk mendapatkan masalah dia secara pribadi, dan yakinkan dia bahwa posisinya dalam pekerjaan di tim kerja tidak akan bisa membantu memecahkan masalah pribadinya jika dia tidak berusaha untuk mengubah dirinya sendiri.

Tidak semua orang dalam tim kerja bisa dimotivasi dengan cara face to face, karena itu Anda juga sebaiknya melakukan pendekatan atmosphere yang motivasional. Cara ini bisa dilakukan dengan memperbanyak atau mempersering kegiatan-kegiatan off office, family gathering, outbound, dan lain-lain. Tetapi, di dalam lingkungan kantor, anda juga bisa menciptakan semangat kompetisi agar dan memastikan agar dia ikut dalam pusaran kompetisi tersebut.

5. Amputasi jabatannya

Seandainya empat poin itu sudah Anda lakukan, dan ternyata tidak menghasilkan perubahan apapun dari perilakunya itu, apa yang bisa para Leader lakukan?

Salah satu saran terbaik adalah minta bantuan ke Manager SDM atau pejabat yang lebih tinggi lagi untuk mendiskusikan pencarian solusi alternatif. Tindakan-tindakan bisa diambil secara formal oleh divisi atau pejabat yang berwenang untuk mengupayakan perbaikan perilaku anggota tim kerja tersebut, tetapi bila tidak berhasil juga, maka divisi atau pejabat yang berwenang bisa melakukan amputasi (pemotongan) kewenangan jabatan, mutasi pemindahan, sampai ke terminasi (pemecatan).

Tiga hal tersebut adalah hal yang paling mujarab untuk mengatasi masalah ini. Salam Leader

This entry was posted in Tips n Trik and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s